Kehilangan David Rahabeam Radja, PB Pertina Akui Sulit Cari Pengganti

Jumat , 04 Januari 2019 | 14:25 | view: 1160
Kehilangan David Rahabeam Radja, PB Pertina Akui Sulit Cari Pengganti
David Rahabeam Radja (kedua dari kiri) dan teman-teman wasit/hakim senior Indone

SEVENSPORTAINMENT.COM - Pasca meninggalnya David Rahabeam Radja, Pengurus Besar (PB) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), mengakui kesulitan mencari pengganti Almarhum selaku Supervisior Pra PON 2019 dan PON 2020.

Pernyataan ini tegas disampaikan Ketua Umum P.B Pertina Indonesia Brigjen Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K ketika memberi sambutan akhir pada upacara penguburan Almarhum di Kota Kupang, Kamis (03/01/2019) kemarin.

Menurutnya, Almarhum memiliki dedikasi dan integritas serta kepribadian tanggung ketika mengambil sebuah keputusan, terutama berkaitan dengan pertandingan tinju Amatir, baik ditingkat Daerah maupun Nasional.

“Saya akui kehebatan Almarhum yang telah mendedikasikan dirinya untuk Pertina. Bahkan sejak saya masih menjadi petinju awal di NTT, saya sungguh merasakan dedikasi dan integritas Almarhum hingga membuat saya besar di dunia olahraga tinju, sehingga menjadi seorang Jenderal", kenang Johanis Asadoma, seperti yang dikutip dari laman RRI.

Baca juga: David Rahabeam Radja, Petinju Legendaris Nusa Tenggara Timur Tutup Usia

Kini dengan kepergian Almarhum membuat kami pengurus PB. Pertina merasa kehilangan sosok yang tangguh, tegas, tidak banyak bicara, namun mengambil keputusan yang solutif ketika ada persoalan di tubuh Pertina,” lanjutnya.

Mantan atlet petinju amatir asal NTT ini juga menuturkan bahwa, Almarhum telah banyak berkontribusi dalam keputusan-keputusan genting, terutama berkaitan dengan pembagian jatah keterwakilan atlet dari 34 Provinsi di Indonesia, untuk mengikuti Pra PON 2019 dan bisa lolos ke PON 20 Tahun 2020 di Papua.

Integritas dan dedikasi Almarhum selain sebagai Supervisior PB Pertina menuju Pra PON 2019 dan PON 2020 juga diakui Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Viktor Laiskodat turut merasakan duka yang dalam karena kedekatan dengan Almarhum David Radja. Menurutnya, Almarhum juga terkenal sebagai salah satu petinju NTT yang membawa nama Indonesia hingga level Internasional, serta memberi kontribusi untuk pembangunan olahraga, khususnya cabang olahraga tinju.

“Lewat pengalaman-pengalaman kita yang ada disini bersama Almarhum, kita mengenal beliau memiliki integritas yang tinggi, dan kita benar-benar merasa kehilangan Almarhum termasuk Pemerintah NTT karena dedikasi sosialnya selama masa hidup bersama kita,” tutur Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Baik Ketua PB. Pertina Johni Asadoma maupun Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sama-sama menuturkan bahwa, jiwa integritas Almarhum David Radja yang juga Pengurus KONI dan Pertina NTT serta Pengurus P.B Pertina Pusat banyak memiliki prestasi di dunia tinju, bola basket, dan juara Sae Games tinju, juara Piala Presiden, dan mewakili Indonesia di Olimpiade Los Angels Tahun 1984.

KOMENTAR