Dituduh Lakukan Suap Kepada 4 Pemain Persib, Manajemen PSMS Menolak Keras

Senin , 19 November 2018 | 22:18 | view: 294
Dituduh Lakukan Suap Kepada 4 Pemain Persib, Manajemen PSMS Menolak Keras
Persib Bandung (foto/net)

SEVENSPORTAINMENT.COM - PSMS Medan merasa terusik dengan beredarnya kabar di media sosial soal tudingan pengaturan skor di laga kontra Persib Bandung beberapa waktu lalu. Pada laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta itu, PSMS di luar dugaan mampu mengandaskan Persib degan skor tipis 0-1.

Manajemen PSMS merasa tersinggung karena dianggap menang lantaran menyuap beberapa pemain Persib.

Sebuah akun di media sosial mengungkapkan, jika Mario Gomez marah-marah di ruang ganti kepada beberapa pemain yang dicurigainya menerima suap dari PSMS. Mereka adalah Supardi Nasir, Ghozali Siregar, Ardi Idrus, dan Eka Ramdani. Termasuk asisten pelatih Fernando Soler.

Menanggapi itu, sekretaris PSMS, Julius Raja, mengaku heran dengan tudingan tersebut. Dia merasa diremehkan lantaran PSMS berstatus juru kunci namun malah bisa mengalahkan Persib.

"Tidak ada pernah kami melakukan itu. Hal yang aneh. Kalau memang bisa seperti itu kenapa tidak dari dulu saja. Mungkin poin kami sekarang sudah aman dari degradasi," kata Raja, seperti yang dikutip dari laman Goal Indonesia, Senin (19/11/2018).

Raja mengatakan, sementara PSMS saja saat ini juga tidak konsisten. Termasuk kerap kalah di kandang. "Kalau suap, kenapa kami bisa imbang lawan Madura United, kalah dengan Mitra Kukar, dan PSIS di kandang? Mungkin poin kami sekarang sudah 42 poin kalau memang bisa mengatur laga," ujarnya, seakan geram.

Supardi dan Ghozali Siregar memang merupakan anak Medan. Bahkan Supardi pernah memperkuat PSMS selama beberapa musim. Namun hal itu tak bisa dijadikan acuan bagi Gomez melontarkan tuduhan.

Meski masih hanya beredar di media sosial dan belum ada pernyataan resmi dari Persib, Raja tidak mau hal itu jadi preseden buruk. 

"Kami kan nanti berjuang melawan Persipura. Jadi kalau kami nanti bisa menang, dianggap memainkan pemain juga? Jadi harus dilihat betul-betul. Lihat videonya, buat laporan kalau memang ada bukti. Mereka juga harus mengklarifikasi yang sebenarnya karena ini menyangkut nama PSMS," pungkasnya.

KOMENTAR