PSSI Tanggapi Merebaknya Isu Pengaturan Skor Jelang Akhir Kompetisi Liga Indonesia

Kamis , 22 November 2018 | 09:43 | view: 534
PSSI Tanggapi Merebaknya Isu Pengaturan Skor Jelang Akhir Kompetisi Liga Indonesia
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria (foto/net)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Isu pengaturan skor kembali merebak di dunia persepakbolaan Indonesia, diduga hal ini terkait dengan segera berakhirnya musim kompetisi Gojek Liga 1 dan Liga 2.

Yang paling mencengangkan tentunya, isu pengaturan skor yang menerpa klub raksasa Liga 1, Persib Bandung. Walaupun kasus tersebut telah berakhir dengan jalan mediasi, namun di media sosial tetap saja isu itu masih jadi perbincangan alot.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pelatih Persib, Mario Gomez sempat menuduh anak asuhnya menerima suap dari tim lawan terkait hasil minor yang diraih Maung Bandung di beberapa laga terakhir. Secara mengejutkan, Persib kalah beruntun dari dua tim penghuni zona degradasi, dari PSIS Semarang 0-3 dan PSMS Medan 0-1.

Tak kalah menghebohkan, isu pengaturan skor juga menerpa kompetisi kasta kedua Liga Indonesia. Pada beberapa laga di babak 8 besar Liga 2, banyak pihak yang menuding terjadinya Match Fixing.

Di pertandingan yang digelar awal pekan ini antara Semen Padang vs Kalteng Putra, dan Aceh United vs PSMP Mojokerto. Hasil akhir laga menimbulkan kontroversi serta keanehan dari banyak pihak.

Pertama dari laga Semen Padang vs Kalteng Putra, keanehan terjadi dari keputusan wasit. Laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim tuan rumah itu, dihiasi dua hadiah penalti kepada Semen Padang.

Selanjutnya keanehan juga terjadi dalam laga Aceh United vs PSMP Mojokerto. Keanehannya bahkan sampai terjadi beberapa kali, yakni dari gaya kiper PSMP Mojokerto menghalau bola, serta hadiah penalti yang diberikan wasit kepada PSMP Mojokerto di akhir pertandingan.

Masyarakat pecinta bola tanah air, khususnya di media sosial sontak bereaksi keras atas beberapa keanehan hasil laga di akhir musim Liga Indonesia. Mereka menuding, beberapa tim sengaja menempuh jalan 'haram' guna menjadi juara ataupun lolos dari jeratan degradasi.

Menanggapi hal itu, PSSI selaku induk sepak bola tertinggi di Indonesia, melalui Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria mengharapkan para insan sepak bola tanah air melaporkan bukti yang didapat, terkait isu pengaturan skor yang kembali merebak di Liga 1.

"Nah hal yang berbau non teknis, kita hilangkan budaya gosip, mulailah melapor dengan resmi," kata Ratu Tisha, dikutip dari laman Viva.

Dirinya juga menegaskan PSSI siap mengambil tindakan hukum yang kongkret jika terbukti sebuah klub atau pemain melakukan praktek judi bola di Indonesia.

"PSSI akan menindak dan menghabisi dengan memerangi hal-hal tersebut. Dengan sangat tegas laporkan, kasih tahu kami," ujar Ratu Tisha.

Dirinya juga berharap para suporter dan juga publik tak asal menuduh PSSI mengenai isu yang tak jelas asal usulnya ini.

KOMENTAR