SSB 45, Sekolah Sepak Bola Pertama di Pesisir Utara Karawang

Selasa , 29 Januari 2019 | 17:47 | view: 722
SSB 45, Sekolah Sepak Bola Pertama di Pesisir Utara Karawang
Sekolah Sepak Bola (SSB) 45

SEVENSPORTAINMENT.COM - Kebutuhan akan adanya Sekolah Sepak Bola (SSB), kini sudah menjadi hal yang penting di tengah masyarakat. Keberadaannya mungkin belum mencapai titik urgent seperti halnya sekolah formal, namun dengan adanya SSB, kehausan akan ilmu mengolah bola secara baik dan benar, bagi anak-anak secara khususnya, akan dapat terakomodasi secara baik.

Di Kabupaten Karawang sendiri, keberadaan SSB masih terhitung minim jumlahnya. Terlebih lagi di kawasan pesisir, seperti di Kecamatan Pakisjaya contohnya. Di sana, di daerah paling utara Karawang, jangankan SSB, lapang sepak bola yang layak pun sulit untuk ditemukan.

Namun begitu, di tengah keterbatasan yang ada, para pemuda di sana tak patah arang, mereka berusaha membangun sebuah Sekolah Sepak Bola untuk anak-anak usia sekolah guna memfasilitasi serta mengembangkan bakat-bakat pesepakbola muda di daerah tersebut.

Berlokasi di Dusun Kedaung, Desa Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya, sebuah Sekolah Sepak Bola sederhana akhirnya didirikan. Hanya mempunyai lapang sederhana plus fasilitas alakadarnya, para pemuda di desa tersebut menginisiasi dibentuknya Sekolah Sepak Bola yang kemudian diberi nama SSB 45.

Tujuan utama dari didirikannya SSB 45, kata Agus Efendi, yang merupakan salah satu pengurus SSB, selain menjadi tempat menimba ilmu sepak bola, SSB 45 juga bertujuan sebagai wadah untuk mengalihkan kegiatan anak-anak ke arah yang lebih positif lewat jalur olah raga.

Agus menambahkan, dirinya dan beberapa rekan lainnya merasa prihatin dengan pergaulan anak-anak jaman sekarang yang acap kali terjerumus ke arah negatif. Karenanya, dengan didirikannya SSB 45 ini, ia berharap anak-anak di daerahnya punya wadah untuk menyalurkan bakat di bidang olah raga secara baik dan benar.

Berdasar akan hal tersebut, SSB 45 akhirnya resmi didirikan pada tanggal 1 Januari 2019 lalu. Sengaja mengambil nama dari akronim tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia, para pengurus SSB 45 berharap agar semangat perjuangan para pahlawan di era revolusi itu dapat membekas di hati para pengurus, pelatih serta para siswa di SSB 45.

Walaupun hanya punya tempat berlatih sederhana dan fasilitas alakadarnya, namun SSB 45 menyajikan program latihan yang tak kalah dengan SSB lain yang lebih mapan. Terbukti dengan direkrutnya mantan pemain yang lama malang melintang di kancah persepakbolaan Indonesia, Abul Fikri, sebagai salah satu pelatih di sana.

Abul Fikri yang dulu semasa aktif sebagai pesepakbola pernah bermain bersama klub Persib Bandung U-21, Persikota Tangerang dan Persika Karawang itu, didapuk sebagai pelatih dengan harapan dapat menularkan ilmunya kepada para siswa di SSB 45.

Selain Abul Fikri, di jajaran pelatih juga terdapat nama Kahlil Gibran, yang merupakan pemain aktif dari tim Persika Karawang. Terdapat pula beberapa nama pelatih lokal, seperti Coach Egy Pratama yang khusus menangani tim U-10, Coach Nurin di tim U-12 dan Coach Soleh dan Coach Mata di tim U-15. Kesemua pelatih tersebut sengaja direkrut untuk membantu proses latihan di SSB 45.

Mengambil tingkatan usia dari empat fase berbeda, yakni U-10, U-12, U-15 dan U-18, SSB pertama dan satu-satunya di pesisir Karawang itu bertekad menelurkan bakat-bakat pemain sepak bola yang nantinya dapt mampu berbicara di tingkat daerah Karawang, Nasional, bahkan tingkat dunia sekalipun.

KOMENTAR