Buntut Pengerusakan Stadion Jakabaring, Empat Oknum Suporter Sriwijaya Ditangkap

Senin , 23 Juli 2018 | 09:47 | view: 142
Buntut Pengerusakan Stadion Jakabaring, Empat Oknum Suporter Sriwijaya Ditangkap
Stadion Jakabaring, Palembang, dirusak oleh oknum suporter Sriwijaya (foto/net)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, dirusak oleh oknum suporter Sriwijaya Fc, pada Sabtu (21/7/2018). Menurut laporan, sebanyak 335 kursi tribun utara dan selatan mengalami kerusakan parah.

Pengerusakan itu ditenggarai oleh ketidakpuasan suporter tim berjuluk Laskar Wong Kito itu kepada Manajemen tim yang dianggap tidak becus mengelola Sriwijaya, serta diperparah lagi dengan kekalahan oleh Arema Fc 3 gol tak berbalas pada laga lanjutan Gojek Liga 1 2018.

Berbagai pihak mengecam kelakuan barbar oknum suporter Sriwijaya itu. Terlebih, stadion yang berlokasi di sekitaran kawasan Jakabaring Sport City itu akan dipergunakan sebagai salah satu venue pertandingan di Asian Games 2018 mendatang.

Polisi bergerak cepat membongkar kasus ini, sebanyak 4 orang oknum suporter Sriwijaya yang diduga terlibat dalam aksi barbar tersebut diamankan petugas gabungan Polresta Palembang.

Menurut laporan pihak kepolisian kepada awak media, seperti yang dikutip dari laman VivaSport, Senin (23/7/2018). Para pelaku yang ditangkap itu, selain diduga ikut dalam aksi pengerusakan Stadion Jakabaring, keempatnya juga didapati membawa petasan saat menonton laga Sriwijaya versus Arema.

Mereka yang diamankan berinisial Fik (17 tahun), warga Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju dan PR (16 tahun), warga Kampung Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju. Kemudian, Nan (17 tahun), warga Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, serta RM(15 tahun), warga Kecamatan Ilir Timur II.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono melalui Kabag Ops Kompol Maruly Pardede menjelaskan, pihaknya mengamankan empat suporter karena diduga membuat onar dan merusak fasilitas stadion.

"Empat pelaku sudah diamankan, dan hingga kini masih diperiksa, untuk dilakukan pengembangan," terangnya.

(Rijal)

KOMENTAR