Berlabel Nasional, Ini Profil 5 Calon Pelatih Tim Sepak bola PraPON NTT 2019

Selasa , 19 Februari 2019 | 23:45 | view: 1160
Berlabel Nasional, Ini Profil 5 Calon Pelatih Tim Sepak bola PraPON NTT 2019
Salah satu kandidat pelatih tim sepak bola PraPON NTT 2019, Ricky Nelson (foto/net)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Badan Pengelola Tim Sepak bola PraPON Nusa Tenggara Timur (NTT), tampaknya tak ingin main-main dalam mempersiapkan tim untuk berlaga di ajang PraPON NTT 2019 mendatang. Hal ini terbukti dengan seriusnya mereka dalam memilih pelatih berkualitas.

Dalam rapat Tim Teknis PraPON Sepak bola NTT yang digelar di Kantor Ketua BP Tim PraPON NTT, pada Senin (18/2/2019) kemarin. Setidaknya muncul 5 nama pelatih berkaliber Nasional yang diproyeksikan untuk dapat membesut tim sepak bola NTT di ajang PraPON 2019 mendatang.

“Saya sudah menginventarisir beberapa nama pelatih berkelas Nasional seperti Iwan Setiawan, Ansyari Lubis dan Ricky Nelson, nanti kita minta mereka untuk memasukkan lamaran, untuk kemudian kita seleksi pelatih mana yang akan kita pakai,” ungkap Ketua Badan Sepak bola PraPON NTT, Jimmi Sianto, dalam rapat tersebut.

Sementara itu, muncul pula dua nama lain yang diajukan oleh Koordinator bidang teknik, Dr Johny Lumba. Kedua nama tersebut adalah mantan pelatih timnas puteri Indonesia, Yopi Riwoe dan pelatih yang kerap mengorbitkan bakat-bakat pesepakbola muda Indonesia, Adnan Mahing.

Dari kelima nama pelatih beken tersebut, tiga di antaranya merupakan putera asli NTT. Mereka adalah, mantan pelatih Persika Karawang, Ricky Nelson, mantan pelatih timnas puteri Indonesia, Yopi Riwoe dan mantan pelatih Persigar Garut, Adnan Mahing.

Sementara dua nama lainnya merupakan mantan pelatih yang telah malang melintang di dunia persepakbolaan Indonesia. Ada nama Iwan Setiawan yang pernah membesut tim kontestan Liga 1 Indonesia, Borneo FC. Ada juga nama mantan pemain timnas Indonesia di tahun 90 an, Ansyari Lubis.

Dan inilah profil singkat kelima pelatih yang masuk dalam radar kandidat pelatih tim sepak bola PraPON NTT 2019:

1. Ricky Nelson

Sejak berpisah dengan klub Liga 2 Indonesia, Persika Karawang, pada musim kompetisi 2018 lalu, hingga kini Ricky Nelson belum terikat kerja sama dengan tim sepak bola manapun.

Karir kepelatihan Ricky Nelson di kancah persepakbolaan tanah air cukup mentereng. Pria kelahiran Kupang, 25 Juli 1980 itu juga tercatat pernah membesut tim junior Borneo FC pada tahun 2017 lalu.

Ricky Nelson terdaftar ikut kursus lisensi pelatih A AFC di Singapura pada November 2016 lalu. Kursus itu diselenggarakan Federasi Sepak Bola Singapura (FAS). Bersama Ricky Nelson ada 21 peserta kursus lainnya. Selain pelatih lokal Singapura dan Ricky Nelson dari Indonesia, kursus itu juga diikuti pelatih dari Jepang, Malaysia, Inggris, hingga Belgia.

2. Yopi Riwoe

Pelatih yang banyak berkutat di tim nasional segala kelompok usia ini terkenal tegas dan berwibaya. Yopi Riwoe tercatat penah menukangi timnas puteri Indonesia, dan juga pernah menjadi pelatih fisik timnas U-16 Indonesia.

Memulai karir kepelatihan bersama klub lokal Jakarta, Villa 2000. Pelatih asal Kupang ini memegang lisensi A AFC kepelatihan sejak 2010 lalu.

3. Adnan Mahing

Mantan pelatih Persigar Garut ini tercatat sering mengorbitkan nama-nama pesepakbola muda Imdonesia. Ia pernah juga tercatat sebagai pelatih tim PS Kota Kupang.

Berbekal lisensi kepelatihan B AFC, Adnan Mahing juga pernah didaulat menjadi asisten pelatih timnas U-23 untuk ajang SEA Games 2011 lalu. Kala itu, Rachmad Darmawan dipercaya sebagai pelatih kepala.

4. Iwan Setiawan

Pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1968 ini sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Iwan Setiawan pernah tercatat menjadi pelatih kepala di beberapa tim elit Liga 1 Indonesia.

Pelatih berlisensi A AFC tahun 2002 ini mulai dikenal publik persepakbolaan Indonesia kala ia menangani tim Ibukota Persija Jakarta. Kala itu, Iwan sukses mengangkat performa Macan Kemayoran ke arah yang lebih baik.

Nama Iwan di ajang kompetisi Indonesia makin terkenal akan sikap kontroversinya yang sering memebar psywar kepada calon lawannya jelang pertandingan. Atas sikapnya itu ia dijuluki Jose Mourinho-nya Indonesia.

Namun walaupun penuh kontroversi, Iwan terbukti selalu sukses mengangkat performa tim yang ia latih. Selain Persija, Iwan juga pernah tercatat sebagai pelatih kepala di tim Persebaya Surabaya dan Borneo FC.

5. Ansyari Lubis

Nama terakhir memang belum begitu familiar di dunia kepelatihan tanah air. Ansyari Lubis lebih masyhur sebagai mantan pemain yang pernah mencatatkan rekor sebagai pemain termahal di Liga Indonesia.

Di tahun 1995, Ansyari Lubis direkrut oleh tim Pelita Jaya dari tim lamanya Medan Jaya, dengan nilai transfer sebesar Rp 25.000.000. Ia menjadi pemain termahal di Liga Indonesia saat itu.

Setelah pensiun sebagai pesepakbola, pria kelahiran Sumatera Utara 1970 silam ini, kemudian meneruskan karirnya di dunia kepelatihan.

Namanya mulai mencuat kala ia sukses membesut tim PSDS Deliserdang pada tahun 2018 lalu. Kala itu, PSDS di bawah tangan dingin Ansyari Lubis sukses menyabet gelar juara di ajang Liga 3 Indonesia.

Ansyari Lubis kini mempunyai bekal yang cukup untuk menjadi pelatih profesional. Mantan pemain PSMS Medan itu kini telah megangantongi lisensi kepelathan A AFC.

KOMENTAR