Tekad SSB PETA Mencetak Pesepakbola Profesional Masih Terkendala Biaya

Rabu , 20 Juni 2018 | 21:05 | view: 840
Tekad SSB PETA Mencetak Pesepakbola Profesional Masih Terkendala Biaya
Suasana latihan SSB PETA

SEVENSPORTAINMENT.COM - Sekolah Sepakbola (SSB) PETA, bertekad mencetak pesepakbola yang tak hanya lincah mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau, tapi juga mengerti akan aturan sepakbola baku, atau yang lazim disebut law of the game football, kepada anak didiknya sejak usia dini.

Hal tersebut diungkapkan oleh pemilik, yang juga merangkap sebagai pelatih kepala, Abul Fikri, kepada tim redaksi SEVEN Sportainment belum lama ini.

Kata pelatih yang dulu pernah bermain untuk tim Persib Bandung, Persikota Tangerang dan Persika Karawang itu, saat ini banyak bibit pesepakbola yang baik secara tekhnik bermain, namun sayang masih sedikit yang paham betul tentang aturan main sepakbola itu sendiri.

Karenanya, menurut Coach yang akrab disapa Fikri itu, dirinya punya keinginan untuk dapat menularkan ilmu yang pernah ia dapat saat masih aktif menjadi pemain profesional beberapa tahun lalu.

Keinginan Coach Fikri tersebut ternyata disambut baik oleh tiga orang rekannya yang juga merupakan pesepakbola aktif di lingkungan tempat tinggalnya.

Singkat cerita, pada akhir tahun 2017 lalu, Fikri dan ketiga rekannya itu membentuk sebuah wadah tempat berlatih sepakbola anak-anak, yang kemudian diberi nama SSB PETA.

Nama PETA sendiri diambil dari nama klub sepakbola antar kampung (tarkam) tempat di mana Fikri dan rekannya itu tinggal. Persatuan Sepakbola Telukambulu, lengkapnya.

Tak berselang lama setelah dibentuk, puluhan anak dari berbagai tingkatan usia mulai mendaftar sebagai peserta didik di SSB yang mempunyai tempat latihan di lapangan desa Telukambulu, kecamatan Batujaya, kabupaten Karawang itu.

Selain karena nama besar Coach Fikri yang pernah malang melintang di kancah persepakbolaan Nasional, yang menjadi daya pikat SSB PETA dibanding SSB sejenis adalah; setiap peserta didik yang ingin mendaftar di sana tak dimintai uang pendaftaran awal.

"Di sini setiap anak yang mau ikut latihan, ya tinggal datang aja langsung ke lapangan. Tak perlu memikirkan berapa uang pendaftarannya. Datang aja setiap Minggu pagi jam 7, atau Kamis sore jam 3, cukup bawa sepatu bola plus uang iuran 5rb rupiah untuk beli air minum", terang Coach Fikri.

Masih menurut Coach Fikri, SSB PETA sengaja tak memberlakukan uang pendaftaran di awal, karena dia rasa hal itu cukup memberatkan bagi anak-anak.

"Lokasi kita (SSB PETA) itu kan di kampung, jadi bakal berat rasanya kalau kita pakai sistem uang muka", lanjutnya.

Saat ini SSB PETA telah membentuk program latihan untuk 3 kategori umur yang berbeda. (1) Kategori SD, bagi anak umur 4-9 tahun. (2) Kategori SMP, bagi anak umur 10-14 tahun. (3) Kategori SMA, bagi anak umur 15 tahun ke atas.

Abdul Rohim (16), salah seorang peserta didik dari kategori SMA bercerita kepada tim redaksi SEVEN Sportainment saat kami berkesempatan berkunjung di tempat latihan SSB PETA beberapa waktu lalu; katanya, sebelum ini Rohim pernah ikut berlatih di SSB lain, tapi program latihan di sana di berbeda dengan di sini.

"Di sini gak cuma diajarin tekhnik main bola, tapi juga diajari soal cara main bola yang baik dan benar", kata anak yang biasa dipanggil Iim itu.

Adapun soal sarana berlatih seperti bola sepak, jaring gawang dan lainnya, Coach Fikri mengaku membeli semua perlengkapan itu dari hasil menyisihkan uang iuran anak-anak yang 5rb rupiah itu.

"Tujuan utama uang iuran itu sebenarnya untuk beli air minum, tapi jika ada kelebihan, kami kumpulkan sedikit demi sedikit untuk beli perlengkapan latihan", lanjutnya.

Karenanya, Coach Fikri berharap, nantinya akan ada sumbangsih dari pihak lain baik itu pemerintah ataupun swasta, yang bisa membantu kami mengelola SSB PETA dalam hal pendanaan.

Menurutnya, olahraga khususnya sepakbola, bisa jadi sarana pengalihan kegiatan anak-anak ke arah yang lebih baik. "Dari pada nongkrong gak jelas di pinggir jalan, main motor, merokok dan sebagainya, lebih baik ikut berlatih sepakbola bersama kami di SSB PETA", harapnya.

Walaupun tak punya data resmi berapa jumlah peserta didik di SSB PETA, namun sepengamatan kami saat menonton latihan mereka, tak kurang dari 100 anak dari 3 kategori umur berbeda hadir mengikuti sesi latihan yang dipandu 3 orang pelatih dan satu pelatih khusus kiper. (Rijal)

KOMENTAR