Kalahkan Levante, Barcelona Terancam Dicoret dari Copa del Rey, Ada Apa?

Jumat , 18 Januari 2019 | 09:59 | view: 740
Kalahkan Levante, Barcelona Terancam Dicoret dari Copa del Rey, Ada Apa?
Selebrasi para pemain Barcelona usai mengalahkan Levante di babak 16 besar Copa del Rey (foto/net)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Barcelona baru saja memastikan langkah lolos ke babak 8 Besar Copa del Rey musim 2018/2019. Kepastian tersebut didapat setelah Lionel Messi cs mampu mengalahkan Levante dengan skor 3-0 di Camp Nou, Jumat (18/1/2019) dinihari WIB.

Walaupun kalah dengan skor 1-2 di pertemuan leg pertama lalu, namun dengan kemenangan besar dinihari tadi, Barca tetap dinyatakan melenggang ke fase perempat final karena unggul secara agregat gol 4-1.

Namun, saat ini Barcelona sedang berharap-harap cemas karena terancam bakal didiskualifikasi lantaran diduga memainkan pemain yang ilegal.

Pihak Levante melaporkan jika ada satu pemain Barca yang diduga ilegal. Pemain itu tampil pada laga leg pertama, saat Levante menang dengan skor 2-1. Kasus ini pun masih berlanjut dan belum diputuskan.

Leg pertama dimainkan Barca pada 11 Januari yang lalu di markas Levante. Pada laga tersebut, Barca menurunkan sebagian besar pemain muda dan pelapis. Salah satu pemain yang ditampilkan adalah Juan Brandariz.

Pemain yang lebih dikenal dengan nama Chumi tersebut yang diduga oleh Levante jadi pemain ilegal. Sebab, sebelum tampil di tim utama, Chumi mendapat sanksi akumulasi kartu yang didapatkan dari laga bersama Barca B.

Pihak Levante menduga Barca melanggar Kode Disiplin nomor 56.3 yang berbunyi: Pemain yang terkena sanksi tidak akan dapat bermain di salah satu tim atau klub sampai hari sanksi tersebut berakhir.

Levante juga mengutip Kode Disiplin dari RFEF [Federasi Sepak Bola Spanyol] yang berbunyi:

Klub yang secara tidak tepat memainkan pemain karena tidak sesuai dengan persyaratan maka untuk berpartisipasi dalam pertandingan, akan kehilangan pertandingan itu. Menyatakan lawan mereka sebagai pemenang dengan hasil tiga gol lawan nol [3-0], kecuali mereka sudah meraih skor lebih tinggi.

Jika kompetisi adalah dalam bentuk poin, dalam hal ini akan dipertahankan, atau jika itu dalam bentuk pertandingan eliminasi [seperti yang terjadi dalam kasus Copa del Rey], hasil yang dipermasalahkan akan diberikan pada lawan mereka.

Presiden Levante, Quico Catalan, melihat situasi yang terjadi cukup rumit. Catalan memastikan bahwa tim hukum klub kini sedang mengurus masalah tersebut. Laporan sudah disiapkan beserta dengan bukti-bukti pendukung yang dia rasa cukup kuat.

"Ini bukan situasi yang mudah, kami adalah orang olahraga yang selalu ingin menang di lapangan. Apa pun yang terjadi, Levante akan akan bermain sebelum federasi menyelesaikan kasus ini," ucap Catalan.

Sejatinya, kasus pemain ilegal bukan kali saja terjadi. Real Madrid pernah mengalami kasus memainkan pemain ilegal dan harus tersingkir dari Copa del Rey karena diskualifikasi. Saat itu, Madrid memainkan pemain ilegal yakni Denis Cheryshev di laga melawan Cadiz.

KOMENTAR