David Rahabeam Radja, Petinju Legendaris Nusa Tenggara Timur Tutup Usia

Rabu , 02 Januari 2019 | 20:53 | view: 3820
David Rahabeam Radja, Petinju Legendaris Nusa Tenggara Timur Tutup Usia
Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto saat melayat ke rumah duka, David Rahabeam Radja (foto/RRI)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berduka. Setelah pada Desember lalu kehilangan sosok seorang Ibu yang telah melahirkan serta membesarkan seorang anak berprestasi yang telah mengharumkan nama NTT lewat jalur dunia tarik suara, Andmesh Kamaleng. Kini mereka kembali merasakan duka yang sama.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Ibunda dari Andmesh Kamaleng, yang merupakan juara ajang pencarian bakat menyanyi di sebuah acara televisi nasional, Rising Star Indonesia, telah kehilangan Ibunda tercintanya pada Kamis, 27 Desember 2018 lalu.

Baca juga: Kabar duka, Ibunda Andmesh Kamaleng Meninggal Dunia

Kini masyarakat NTT kembali harus merasakan duka yang sama. Salah seorang putera terbaik Kota Karang, David Rahabeam Radja, telah dipanggil oleh yang Maha Kuasa pada Selasa, (01/01/2019) kemarin.

David Rahabeam Radja yang merupakan seorang atlet tinju legendaris kebanggaan masyarakat NTT itu, pergi untuk selamanya meninggalkan sejuta kenangan manis bagi para pecinta olahraga, khususnya dunia tinju Nusa Tenggara Timur.

Ketua Komisi V DPRD NTT, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTT, Jimmi Sianto, saat berkunjung ke rumah duka di Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (2/1/2019), menuturkan bahwa dirinya dan masyarakat NTT sangat kehilangan sosok David. Dan kepergian Almarhum juga cukup mengganggu persiapan Pertina NTT jelang menghadapi Pra PON mendatang.

“Masyarakat olahraga NTT, secara khusus tentunya para pelaku dan pencinta olahraga tinju kehilangan seorang figur tinju. Dan Pak David Radja kita tahu kiprah beliau dibidang olahraga cukup besar, karena selain mengurus cabang olahraga tinju, juga mengurus tinju NTT. Ini sebuah pukulan besar untuk kita masyarakat pencita olahraga,” tutur Jimmi.

KOMENTAR