Roadshow ke Sekolah-sekolah di Maumere, Jimmi Sianto Terima Banyak Keluhan

Jumat , 01 Februari 2019 | 11:14 | view: 456
Roadshow ke Sekolah-sekolah di Maumere, Jimmi Sianto Terima Banyak Keluhan
Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto (tengah) saat berkunjung ke SMA N 1 Maumere (foto/istimewa)

SEVENSPORTAINMENT.COM - Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Jimmi W.B. Sianto, melakukan kunjungan ke beberapa sekolah tingkat SMA/SMK di Maumere, Kabupaten Sikka. Pada kunjungan yang berlangsung Rabu (30/1/2019) kemarin, Jimmi didampingi oleh Kasubag Tata Usaha UPT Wilayah 9 Sikka - Flores Timur Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Drs. Yohanes Doni Wokal dan Kepala SMAN I Maumere Drs. Johanes Jonas Tate.

Sekolah pertama yang dikunjungi Jimmi dan rombongan adalah SMK Yohanes XXIII. Di sekolah yang berlokasi di Jl. Kesehatan, Beru, Alok Tim, Kabupaten Sikka itu, Kepala Sekolah Marselus Moa Ito, menyambut dan menerima rombongan di ruanganya. Setelah berbincang sejaknak, selanjutnya rombongan menyempatkan diri menengok siswa kelas 12 yang sedang menggelar simulasi UNBK dan mengecek pembangunan ruang kelas baru serta toilet sekolah.

Pada kunjungan yang kedua, Ketua Komisi V dan rombongan menyempatkan diri berkunjungan ke SMAN I Maumere. Di sana, mereka langsung disambut dan diterima dengan hangat oleh para jajaran dewan guru. Kesempatan kunjungan itu dimanfaatkan oleh para guru dengan meminta waktu agar dapat berdialog, para guru secara antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama ini.

Bahkan ada salah seorang guru yang bernama Julius Juang yang mengeluhkan, bahwa sejak kewenangan SMA/SMK beralih dari Kabupaten ke Provinsi, gajinya dari bulan Januari hingga Oktober 2018 lalu belum dibayarkan hingga sekarang.

Menanggapi berbagai keluhan dari para guru tersebut, Anggota DPRD NTT 2 periode itu berjanji, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar persoalan yang dihadapi bisa segera diselesaikan.

Pada kunjungan selanjutnya, Jimmi Sianto dan rombongan mengunjungi SMAN II dan SMKN I Kabupaten Sikka untuk kegiatan yang sama. Dalam kunjungannya kali itu, pria yang kini sedang mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI itu menyampaikan bahwa, persiapan UNBK di beberapa sekolah masih menghadapi masalah yang sama, yaitu kekurangan komputer.

Dengan permasalahn tersebut, pihak sekolah dengan terpaksa harus meminjam unit komputer dari sekolah lain ataupun dari orang tua siswa guna menjalankan persiapan program UNBK secara maksimal.

"Masalah yang dihadapi di beberapa sekolah adalah masalah klasik, yakni soal sarana dan prasarana. Pemerintah pusat menerapkan harus UNBK tapi tidak memikirkan ketersediaan komputer, seharusnya sudah dipikirkan setahun sebelum menerapkan UNBK," keluh Jimmi.

Karenanya, pria yang familiar dengan angka 7 itu berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi, agar bisa memyiapkan sarana penunjang UNBK sehingga tidak membebani sekolah dan orang tua murid.

KOMENTAR