Jimmi Sianto: Bulan Maret, Dinas Pendidikan Wajib Bayar Insentif Guru Honorer!

Senin , 18 Februari 2019 | 15:59 | view: 4004
Jimmi Sianto: Bulan Maret, Dinas Pendidikan Wajib Bayar Insentif Guru Honorer!
Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto saat memimpin rapat di ruang kerjanya

SEVENSPORTAINMENT.COM - Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Jimmi Sianto mengultimatum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera membayar insentif guru honorer komite dan yayasan maupun guru ASN. Ia memberi deadline, proses pembayaran tersebut harus dilaksanakan paling lambat Maret 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Jimmi pada saat rapat kerja antara Komisi V dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Senin (18/2/2019) pagi WITA. Adapun agenda utama dalam rapat tersebut adalah untuk membahas persiapan pelaksanaan UNBK dan UNPK SMA/SMK se-Provinsi NTT.

Menurut Jimmi, selama ini nasib guru honorer sangat miris dengan gaji perbulan kisaran 150 ribu sampai 350 ribu perbulan. Karenanya sudah semestinya Dinas mempercepat proses pembayaran tambahan insentif bagi guru honorer karena anggarannya sudah di tetapkan dalam APBD 2019.

“Pada tahun 2019 telah ditetapkan anggaran untuk tambahan insentif bagi guru honor komite, yayasan dan untuk guru ASN (kesra). Dan harusnya sudah terbayar! Ini kok belum?,” cetus Jimmi.

“Proses pendataan dan verifikasi harusnya tidak perlu selama ini kalau sebelumnya dinas sudah punya database tenaga guru” tambah politisi muda yang selalu vokal perjuangkan pegawai rendah," tambahnya.

Lebih lanjut, pria yang kini sedang mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI itu mengatakan, Dinas P&K, dibawah komando Kadis Benyamin Lola wajib menyelesaikan hak-hak para guru honor komite, swasta dan ASN, dengan tenggat waktu maksimal di bulan Maret.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola menjelaskan kalau persoalan hak guru honor komite, swasta dan tunjangan kesra bagi guru ASN sementara dalam proses pengumpulan data dari sekolah sekolah se NTT.

“Posisi sampai dengan hari ini sudah 80% data yang masuk dan kita sedang verifikasi sambil menunggu dari sekolah lain memasukkan data,” tandas Kadis Benyamin.

KOMENTAR