Blasius Harapkan Anggota DPRD NTT Daftarkan 8 Anak yang Ditolak di SMAN 9 Kupang

Selasa , 03 Juli 2018 | 14:57 | view: 1010
Blasius Harapkan Anggota DPRD NTT Daftarkan 8 Anak yang Ditolak di SMAN 9 Kupang
Anak-anak Panti Asuhan Saat Berada di Ruang Komisi V DPRD NTT

SEVENSPORTAINMENT - Ketua Yayasan Sonaf Manekat, Blasius Umbu Manu mengharapkan pihak DPRD NTT bisa menfasilitasi agar 8 orang anak panti asuhan yang ditolak di SMAN 9 Kupang bisa diakomodir untuk bersekolah. Ia beralasan, lokasi panti asuhan berdekatan dengan sekolah.

Hal ini ditegaskan Ketua Yayasan Sonaf Manekat, Blasius Umbu Manu saat diwawancarai SEVENSPORTAINMENT.COM, Selasa (2/7/2018) sore. Blasius menegaskan, 8 orang anak yang didaftarkan di SMAN 9 Kupang ditolak lantaran tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

"Saat kami daftar di sekolah ternyata mereka menolak dengan alasan tidak sesuai juknis sehingga kami disuruh untuk mencari sekolah lain. Yang buat kami sedih adalah mereka marah-marah dan suruh kami pulang," ucap Blasius dengan nada kesal

Lebih lanjut Blasius mengharapkan ada kebijakan dari pihak Dinas dan sekolah serta DPR sehingga anak-anak asuhannya bisa diterima untuk melanjutkan pendidikan mereka.

"Kami harapkan ada kebijakan lah dari dinas. Jangan biarkan anak-anak kami tidak sekolah dong. Kami akan terus berupaya untuk bertemu dengan pihak anggota DPRD NTT khususnya Komisi V untuk bicarakan hal ini," harap Blasius.

Secara terpisah Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto yang dikonfirmasi media ini, menyesalkan sikap arogansi pihak sekolah dalam melayani orang tua murid. Pelayanan terhadap anak yatim piatu, kata Jimmi, semestinya dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat tanpa harus melukai perasaan mereka (anak yatim piatu).

"Iya, kalau benar anak-anak dimarahin dan disuruh pulang oleh pihak sekolah tentu ini sikap yang kurang baik dari seorang pendidik. Tidak boleh seperti itu dong. Mestinya pihak sekolah dapat menjelaskan dengan cara-cara yang baik apalagi berhadapan dengan anak panti yang notabene tidak mempunyai orang tua," ungkap Jimmi dengan penuh keharuan.

Lebih lanjut Jimmi mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan untuk turun tangan dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kami secara kelembagaan akan berkoordinasi dengan Ibu Kadis untuk segera turun tangan untuk tuntaskan masalah ini. Saya minta Kadis perintahkan kepala sekolah untuk layani secara khusus anak-anak dari panti asuhan," tegas Jimmi.
(Hendrik)

KOMENTAR