Demo PPDB di Kantor Dinas Dikbud NTT Nyaris Ricuh

Senin , 09 Juli 2018 | 15:54 | view: 330
Demo PPDB di Kantor Dinas Dikbud NTT Nyaris Ricuh
Aksi Demonstrasi Di Dinas Dikbud NTT

SEVENSPORTAINMENT - Ribuan masyarakat Kota Kupang menggelar aksi demonstrasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menuntut anak-anak yang belum diakomodir di sekolah untuk segera diterima nyaris berlangsung ricuh.

Pantauan SEVENSPORTAINMENT.COM di Kantor Dinas Dikbud NTT, Senin (9/7/2018) pagi, ribuan orang yang memenuhi halaman kantor berusaha untuk masuk ke ruang Rapat untuk  menemui Kadis namun pihak security masih bisa mencegah mereka.

Situasi makin berisik usai Kepala Dinas PK NTT, Yohana Lisapaly dan pejabat dinas, para kepala sekolah, Ombudsman menemui para pendemo yang sudah menunggu di lobi kantor.

Kadis Yohana Lisapaly mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan secara menyeluruh terkait anak-anak yang belum mendapatkan sekolah dan akan segera ditindaklanjuti.

"Bapak, ibu semua, kami sudah lakukan inventarisir dan memang masih banyak sekali anak-anak yang belum dapat sekolah. Data yang kami himpun itu SMA ada 700-an dan SMK ada 200-an.  Karena itu, mohon bersabar untuk bisa dicarikan solusinya," katanya di depan para pendemo.

Lebih lanjut Yohana menjelaskan, besok pihaknya akan segera mengumumkan sekolah-sekolah yang masih bisa untuk diisi oleh anak-anak.

"Besok kita akan umumkan sekolah mana saja yang masih kosong dan bapak mama semua bisa mendaftar kesana. Kita tidak bisa menumpuk di sekolah tertentu saja," ujarnya.

Mendengar penjelasan Kadis, para pendemo meminta untuk anak-anaknya diterima di sekolah awal saat mendaftar. Mereka menolak untuk sekolah lain atau sekolah swasta.

Pendemo meminta Kadis untuk menjelaskan sistem Sonasi yang diterapkan oleh dinas karena bagi mereka program tersebut tidak adil dan hanya mengakomodir kepentingan tertentu.

"Ibu kadis tolong jelaskan ke kami sistem sonasi itu apa ? ibu kadis tolong dengar kami. Program itu hanya bohong-bohongan. Massa anak-anak yang tinggal di Oesapa kok bisa diterima di SMA 3 tapi anak yang tinggal di samping Korem kok tidak diterima. Ini ada apa ibu Kadis. Jangan tipu kami," teriak Demetri Hensi, salah satu orator aksi.

Kadis Yohana dan beberapa pejabat langsung meninggalkan para pendemo menuju kedalam ruangan. Massa yang sudah tersulut emosi pun berusaha untuk masuk ke ruangan Kantor namun berhasil digagalkan oleh aparat Kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Oebobo dan jajarannya. Para pendemo berjanji akan menduduki Kantor Dinas Dikbud NTT pada esok hari. (Hendrik)


Tags :

KOMENTAR