Saleha: Guru Wajib Berperan Serta Dalam Memutus Mata Rantai Kebodohan

Selasa , 24 Juli 2018 | 10:36 | view: 420
Saleha: Guru Wajib Berperan Serta Dalam Memutus Mata Rantai Kebodohan
Ketua Panitia Workshop, Yusni Pohan, S.Pd Saat Membacakan Laporan Panitia
POPULER

SEVENSPORTAINMENT - Workshop Penyusunan Dokumen Perencanaan Kerja SMA Negeri 3 Kupang menitikberatkan pada mutu dan kualitas pendidikan serta pemutusan mata rantai kebodohan NTT.

Kegiatan Pembukaan Workshop Penyusunan Dokumen Perencanaan Kerja berlangsung di Aula Lab Seni SMAN 3 Kupang, Selasa (24/7/2018) pagi diikuti oleh pihak UPT Wilayah 1 NTT, Pengawas Sekolah , Instruktur Provinsi serta para guru-guru . Narasumber dalam kegiatan workshop meliputi Kepala UPT, Instruktur Nasional, Akademisi, LPMP dan Instruktur Provinsi dan Kota.

Ketua Panitia Workshop Penyusunan Dokumen Kerja, Yusni Pohan, S.Pd, saat membacakan laporan panitia, mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan profesional dan pengembangan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang guru atau pengajar.

"Kegiatan workshop ini sangat penting bagi kami guru-guru untuk menunjang kemampuan profesional dan pengetahuan lewat persiapan Silabus dan RPP serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan sekolah. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dari semua pihak yang terlibat agar bisa mengikuti workshop ini dengan baik terutama para guru," jelas Yusni yang juga sebagai Wakasek Kurikulum SMAN 3 Kupang.

Kepala UPT Wilayah 1 NTT, Saleha Wongso, SE, yang dibacakan oleh Kepala Seksi SMA Wilayah 1, Siprianus Tua, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, peningkatan mutu pendidikan menjadi tanggungjawab bersama yang harus dilaksanakan lembaga pendidikan terutama guru agar menghasilkan perencanaan, proses dan output yang baik.

"Kegiatan workshop hari ini sangat baik karena guru bisa dibekali dengan pedoman yang baik sehingga nantinya bisa menyusun perangkat pembelajaran yang baik, proses, dan akhirnya menghasilkan lulusan yang berkualitas. Workshop di SMA 3 juga menjadi tolak ukur pendidikan di NTT karena menjadi sekolah model penyelenggara kurikulum K13," jelasnya.

Saleha juga mengajak para guru, kepala sekolah dan warga sekolah untuk memiliki visi dan misi yang sama dalam rangka mencerdaskan anak bangsa yang mampu berdaya saing dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan abad ke - 21.

"Sekali lagi saya ajak kita semua berperan serta dalam mengatasi mata rantai kebodohan ataupun ketertinggalan pendidikan di NTT. Workshop hari ini sekali lagi menjadi acuan dalam mempersiapkan, melaksanaan dan mengevaluasi pembelajaran nantinya," harap Saleha. (Hendrik)

KOMENTAR