Wow, Biaya Pengambilan SKHU dan Ijazah di SMAN 7 Kupang Capai 200 Ribu ?

Jumat , 03 Agustus 2018 | 21:19 | view: 1382
Wow, Biaya Pengambilan SKHU dan Ijazah di SMAN 7 Kupang Capai 200 Ribu ?
SMAN 7 Kota Kupang
POPULER

SEVENSPORTAINMENT - Biaya pengambilan SKHU di SMAN 7 Kupang sebesar 100 Ribu mendapat pengeluhan dari sejumlah lulusan karena dinilai sangat memberatkan.

Salah seorang lulusan, berinisial P.M yang diwawancarai SEVENSPORTAINMENT.COM dikediamannya, Jumat (3/8/2018) malam, mengakui, pungutan biaya tersebut sangat memberatkan pasalnya mereka harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan surat keterangan.

"Jujur, katong sangat keberatan dengan pungutan sebesar 100 ribu itu. Katong terpaksa ambil karena butuh SKHU itu untuk daftar kuliah kakak. Katong daftar kuliah butuh uang banyak dan harus bayar SKHU lagi," ujarnya dalam dialeg Kupang.

Lebih lanjut Ia menambahkan, pungutan sebesar 100 ribu juga diberlakukan untuk pengambilan ijazah nantinya.

"Benar kakak. Kami juga diminta untuk bayar 100 ribu lagi kalau mau ambil ijazah," katanya menambahkan.

Ketua Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton yang dikonfirmasi via whattsap, mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke Kepala SMAN 7 Kupang.

"Pihak sekolah mengakui bahwa uang sebanyak 200 ribu bukan untuk pengambilan SKHU atau ijazah tapi untuk pembelian komputer sekolah agar bisa selenggarakan UNBK pada tahun mendatang. Katanya mereka sudah sepakat bersama komite dan orang tua siswa," jelas Darius.

Lebih lanjut Darius mengungkapkan, sesuai Permendiknas 75 dan PP 48 tidak dibenarkan ada pungutan terkait pengambilan ijazah.

"Kalau ada kesepakatan antara komite dan pihak orang tua ya tidak masalah tapi kalau untuk pengambilan ijazah tidak dibenarkan untuk ada pungutan. Sudah masuk dalam kategori pungutan liar (pungli)," tegasnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto, SE, MM mengatakan, pihak sekolah selalu bersembunyi di balik "komite" terkait setiap pembiayaan.

"Komite sekolah jangan membebani orang tua siswa dengan pungutan seperti itu," tegas Jimmi.

(Hendrik)

Tags :

KOMENTAR